Moh Jumhur Hidayat
Wednesday, 07 January 2009
 
 
Sekapur Sirih
Tugas para intelektual itu adalah menarik gerbong “Revolusi Mental” dengan motornya : “hasrat jiwa untuk menolong sesama”, sebuah metodologi alternatif untuk memperjuangkan orang-orang tertindas (“Revolusi Tanpa Darah”). Revolusi itu tidak dimulai dengan membangkitkan orang-orang tertindas dengan cara mengubah atau mentransformasikan realitas obyektif menjadi kesadaran subyektif. Realitas obyektif bahwa mereka mengalami penindasan, penganiayaan. Kelas atas harus bergandengan tangan dengan kelas bawah. Perbedaan di antara keduanya bukan lantas menjadi pertentangan kelas, dan lalu pemberontakan kelas bawah melawan kelas atas. Pertumpahan darah tidak akan terjadi bila kelas atas membangkitkan kesadaran kelas dan bergabung bersama kelas bawah (mustadh’afin), dengan menerapkan metode sederhana, yaitu mengajak manusia berlomba-lomba menjadi sederhana." (M Dawam Rahardjo)
 
Surat-surat dari Penjara
Active ImageTidak terasa, peristiwa unjuk rasa 5 Agustus 1989 telah berlangsung lebih dari 10 tahun. Peristiwa itu, bagi saya lebih merupakan suatu pelajaran hidup yang amat berharga karena daripadanya saya bisa merasakan betapa sulitnya mentransformasikan suatu struktur sosial dan budaya masyarakat. Dari sejak dahulu saya berkeyakinan, bahwa perubahan sosial jangan diartikan sempit sebagai pergantian pimpinan nasional. Karena pergantian pimpinan nasional dengan tidak disertai pergantian struktur dan sistem menjadi kurang berarti.
 
Manifesto Kekuatan Ketiga
Buku ini bisa hadir di hadapan pembaca yang budiman, dimulai dari kegelisahan penulis dalam mengamati kekuatan politik kelompok nasionalis maupun kelompok Islam saat ini, yang semakin menjauh dari cita-cita awalnya. Pada hemat penulis, kelompok nasionalis yang berkuasa saat ini, telah keluar dari pemikiran-pemikiran Bung Karno, sehingga melupakan kaum marhaen atau wong cilik yang selalu hidup dirundung kesulitan. Sementara itu, kelompok Islamnya telah keluar dari cara-cara berjuang yang dilakukan oleh HOS. Tjokroaminoto, yang telah dengan setia menerapkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam membebaskan orang-orang tertindas (mustadh’afin).
 
Pembenahan

Mohon maaf, web http://jumhur.net ini model lama dan akan dibenahi, terimakasih atas kujungan Anda. ayahyaweb.com

 

Jajak Pendapat
Rubrikasi yang sering Anda baca
 
Sindikasi
 
Top!
Top!