Moh Jumhur Hidayat arrow Surat-surat dari Penjara
Saturday, 31 July 2010
 
 
Manifesto Kekuatan Ketiga
Buku ini bisa hadir di hadapan pembaca yang budiman, dimulai dari kegelisahan penulis dalam mengamati kekuatan politik kelompok nasionalis maupun kelompok Islam saat ini, yang semakin menjauh dari cita-cita awalnya. Pada hemat penulis, kelompok nasionalis yang berkuasa saat ini, telah keluar dari pemikiran-pemikiran Bung Karno, sehingga melupakan kaum marhaen atau wong cilik yang selalu hidup dirundung kesulitan. Sementara itu, kelompok Islamnya telah keluar dari cara-cara berjuang yang dilakukan oleh HOS. Tjokroaminoto, yang telah dengan setia menerapkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam membebaskan orang-orang tertindas (mustadh’afin).
Filter     Order     Display # 
Date Item Title Hits
Wednesday, 30 October 2002 Manifesto Kekuatan Ketiga 1486
Wednesday, 30 October 2002 3. Kekuatan Ketiga adalah Kekuatan yang akan Memimpin 826
Wednesday, 30 October 2002 3.1.1. Dorongan Perubahan pada Lingkungan Internasional 1141
Wednesday, 30 October 2002 3.1.2. Dorongan Perubahan pada Lingkungan Domestik 878
Wednesday, 30 October 2002 3.2. Mengobarkan Asas Nasionalisme-Kerakyatan 1091
Wednesday, 30 October 2002 3.2.1. Melaksanakan Demokrasi Sosial bukan Demokrasi Liberal 1954
Wednesday, 30 October 2002 3.2.2. Melaksanakan Kebijakan Ekonomi Progresif (KEP) 1732
Wednesday, 30 October 2002 3.2.3. Menegakkan Kewibawaan Hukum 1397
Wednesday, 30 October 2002 3.2.4. Menyempurnakan Identitas Sosial-Budaya Ke-Indonesia-an 1606
Wednesday, 30 October 2002 3.2.5. Menerapkan Pendidikan, SDM dan Teknologi yang Terpadu 1310
Wednesday, 30 October 2002 3.2.6. Melaksanakan Hubungan Internasional yang Pro-Aktif 1673
Wednesday, 30 October 2002 2.2.7. Otonomi Daerah yang Membingungkan 1140
Wednesday, 30 October 2002 2.2.6. Hubungan Internasional yang Pasif 2052
Wednesday, 30 October 2002 2.2.4. Hilangnya Identitas Sosial-Budaya 1147
Wednesday, 30 October 2002 1. Sejarah Rakyat Indonesia adalah Sejarah Ketertindasan 744
Wednesday, 30 October 2002 1.1. Masyarakat yang Membungkuk-Bungkuk 830
Wednesday, 30 October 2002 2.2.5. Strategi Pendidikan, SDM dan Teknologi yang tak Terpadu 1136
Wednesday, 30 October 2002 1.2. Pengkhianatan terhadap Reformasi 656
Wednesday, 30 October 2002 1.3. Penjajahan Kembali (Rekolonisasi) 772
Wednesday, 30 October 2002 2. Kekuatan Kesatu dan Kekuatan Kedua telah Menjadi Kekuatan Lama 701
Wednesday, 30 October 2002 2.2. Kekuatan Kesatu dan Kekuatan Kedua 740
Wednesday, 30 October 2002 2.2.1. Demokrasi yang Elitis 756
Wednesday, 30 October 2002 2.2.2. Ekonomi yang Anti Rakyat 742
Wednesday, 30 October 2002 2.2.3. Hukum yang Menghamba pada Kekuasaan dan Materi 720
Wednesday, 30 October 2002 3.2.7. Menerapkan Otonomi Berbasis Sosio-Kultural 955
 
<< Start < Prev 1 Next > End >>
Results 1 - 25 of 25
  • Surat-surat dari Penjara  ( 23 items )
    Active ImageTugas para intelektual itu adalah menarik gerbong “Revolusi Mental” dengan motornya : “hasrat jiwa untuk menolong sesama”, sebuah metodologi alternatif untuk memperjuangkan orang-orang tertindas (“Revolusi Tanpa Darah”). Revolusi itu tidak dimulai dengan membangkitkan orang-orang tertindas dengan cara mengubah atau mentransformasikan realitas obyektif menjadi kesadaran subyektif. Realitas obyektif bahwa mereka mengalami penindasan, penganiayaan. Kelas atas harus bergandengan tangan dengan kelas bawah. Perbedaan di antara keduanya bukan lantas menjadi pertentangan kelas, dan lalu pemberontakan kelas bawah melawan kelas atas. Pertumpahan darah tidak akan terjadi bila kelas atas membangkitkan kesadaran kelas dan bergabung bersama kelas bawah (mustadh’afin), dengan menerapkan metode sederhana, yaitu mengajak manusia berlomba-lomba menjadi sederhana." (M Dawam Rahardjo)
Pembenahan

Mohon maaf, web http://jumhur.net ini model lama dan akan dibenahi, terimakasih atas kujungan Anda. ayahyaweb.com

 

 
Top!
Top!