| Kapitalisme: Manipulasi Kesadaran |
|
|
|
| Tuesday, 01 January 1991 | |
|
Penjara Sukamiskin, Bandung, 1 Januari 1991 Dear Ucok Arnold Purba Kapitalis! itulah yang Anda katakan kepada saya ketika saya bertanya hadiah apa yang pantas saya berikan pada Anda untuk turut serta berapresiasi pada hari ulang tahun Anda pada 1 Januari ini. Bisa jadi Anda benar, karena Anda mungkin sudah cukup kecewa dengan keadaan masyarakat dunia terutama yang seringkali secara tidak sadar dieksploatasi oleh para kapitalis. Bukan dalam bentuk kerja yang dirampas seperti kaum buruh, melainkan eksploatasi dalam bentuk psikologis yang pada akhirnya menguntungkan para kapitalis itu. Pengeksploitasian hubungan cinta muda-mudi yang diwujudkan dalam bentuk film, perhiasan, hura-hura dan sebagainya, pada intinya tidak lain adalah pemenuhan kepuasan murahan. Begitu juga halnya dengan hari-hari yang sebelumnya tidak bernilai profit, setelah disentuh oleh tangan para kapitalis berubah menjadi bernilai profit seperti hari kasih sayang (Valentine, 14 Februari), hari besar Islam yang seolah wajib memakai baju, sepatu dan perlengkapan lainnya yang baru-baru, malam tahun baru yang seolah terkesan kampungan jika tidak ikut serta merayakannya walau sesungguhnya mereka yang merayakan tahun baru tersebut belum tentu berkawan akrab dengan hari, tanggal, dan tahun. Begitu pula seperti yang Anda maksudkan dengan hari ulang tahun yang seolah diwajibkan untuk memberi hadiah. Itulah beberapa wujud pengeksploatasian psikologis oleh para kapitalis, sehingga dari situasi itu mereka bisa mengambil keuntungan yang tidak sedikit dari tindakan mata gelap manusia-manusia lainnya. Dengan demikian, saya bisa memahami jika Anda menuduh saya kapitalis, yang sesungguhnya Anda maksudkan bahwa kesadaran saya sudah dimanipulasi oleh para kapitalis. Saya mengakui bahwa saya adalah produk sosial masyarakat kapitalis, yang memang kesadaran saya sudah terbangun oleh kesadaran murahan itu. Karena itu, wajarlah kalau kemudian keinginan-keinginan yang lahir dari diri saya pun adalah keinginan yang tidak terlepas jauh dari kesadaran murahan itu, yaitu kesadaran kapitalistis yang rupa-rupanya cukup memuakkan Anda. Namun, perlu Anda ketahui, sesungguhnya dalam diri saya sekarang ini sedang terjadi banyak benturan yang salah satu di antaranya seperti yang Anda tuduhkan itu. Dan mungkin bisa juga dikatakan bahwa saya sedang berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan keinginan-keinginan murahan yang tidak perlu. Retrogresif! itulah yang mungkin Anda tuduhkan kepada kesadaran-kesadaran murahan yang dibangun oleh sruktur sosial yang kapitalsitis. Anda benar, karena banyak hal dari sistem kapitalisme yang berwatak retrogresif. Saya tidak mengatakan bahwa kapitalisme tidak berwatak progresif. Tetapi kalau kita telaah lebih dalam, watak progresif yang ditimbulkan oleh kapitalisme jauh lebih sedikit dibanding dengan watak retrogresif yang dihasilkannya untuk masyarakat kebanyakan. Hadiah ulang tahun yang seolah-olah suatu kewajiban itulah yang merupakan salah satu watak retrogresif dari kapitalisme, sehingga Anda menuduh saya kapitalis. Namun, ironisnya, pada saat sebagian besar masyarakat berwatak retrogresif, saat itu pula sebagian masyarakat berwatak progresif, yaitu masyarakat yang terlibat dalam menciptakan kebutuhan di dalam pasar untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Memang ini membutuhkan kreativitas yang tidak sederhana untuk dapat bersaing dalam menciptakan kebutuhan dalam pasar. Begitulah dalam sistem kapitalisme, kebutuhan bukanlah datang dari dalam diri seseorang, melainkan diciptakan oleh pasar yang kemudian diinternalisasikan ke dalam diri manusia, sehingga akhirnya muncullah kebutuhan. Mudah-mudahan Anda tidak akan menuduh saya berselogan jika saya memberikan istilah kebutuhan seperti itu adalah kebutuhan palsu manusia. Dan tugas para kapitalis yang sekaligus dikatakan progresif adalah menciptakan kebutuhan-kebutuhan palsu tersebut di dalam pasar. Sekarang marilah kita tinggalkan soal tuduhan Anda kepada saya. Tetapi, saya bisa memahami Anda dan terima kasih atas kritik Anda terhadap saya. Saya pun berharap Anda tidak berkeberatan untuk terus mengajukan kritik yang konstruktif terhadap diri saya, sehingga sedikit banyak saya bisa mengatasi benturan-benturan yang sedang saya hadapi. Saya tidak tahu nilai apa yang akan Anda berikan untuk hari ulang tahun Anda saat ini. Atau mungkin Anda tidak memberikan nilai apa-apa. Tetapi dengan berjalannya waktu, saya mempunyai keyakinan bahwa nilai yang Anda berikan kepada hari ulang tahun Anda saat ini sudah bergeser jauh dari nilai-nilai sebelumnya yang Anda berikan kepada hari ulang tahun Anda seperti ketika Anda masih kecil atau katakanlah di saat Anda masih sekolah di tingkat menengah dahulu. Kalau ini benar terjadi, berarti Anda mengalami perubahan dan ini berarti Anda adalah seorang idealis dan realistis, karena Anda turut terlibat dalam pemikiran tentang perubahan itu dan sekaligus Anda siap menerima perubahan. Saya hanya bisa mengatakan bahwa Anda adalah orang yang menang, karena Anda telah mampu membuat perubahan. Karena itu, Anda patut mensyukurinya. Sebelum saya menutup surat ini, saya ingin menegaskan bahwa surat ini adalah hadiah ulang tahun untuk Anda dan saya tidak akan peduli walau beribu kali Anda menuduh saya kapitalis, karena hadiah ini. Namun, saya percaya Anda tidak akan menuduh saya kapitalis, karena surat ini... Selamat ulang tahun, Cok! Sahabatmu, Moh Jumhur Hidayat |
| < Prev | Next > |
|---|






