Moh Jumhur Hidayat arrow Surat-surat dari Penjara arrow Seni untuk Perubahan
Saturday, 31 July 2010
 
 
Seni untuk Perubahan PDF Print E-mail
Thursday, 10 January 1991
Article Index
Seni untuk Perubahan
Page 2
Penjara Sukamiskin, Bandung, 10 Januari 1991

Dear Rekan-rekan Anggota GIF (Gelar Iwan Fals)

Assalamu’alaikum wr. wb. Tidak ada kata yang paling tepat untuk saya ucapkan kepada Anda ketika saya membuka pembicaraan surat ini, kecuali “terima kasih”. Betapa tidak, karena Anda yang dengan bersemangat telah memberikan perhatian kepada orang-orang tertindas yang berada di Penjara Sukamiskin. Usaha Anda dengan memutarkan film itu telah menunjukkan secara nyata betapa Anda dan saya mempunyai pandangan yang sama terhadap realitas masyarakat kita. Saya memang tidak mengetahui dengan pasti untuk apa sebenarnya Anda membangun organisasi GIF itu. Namun, dengan mengira-ngira dari tempat jauh, saya beranggapan bahwa GIF dibangun sebagai upaya untuk tetap menjaga komitmen Anda kepada rakyat kecil yang banyak memerlukan perhatian, karena selama ini mereka seolah terlupakan. Sehingga, mereka sering tidak dicatat sebagai salah satu variabel penting dalam pembangunan bangsa ini. Padahal, kalau kita melihat dasar berdirinya negara ini, justru merekalah yang menjadi variabel utama yang dipakai oleh para pendiri bangsa ini untuk meraih kemerdekaan.

Bisa jadi Anda kecewa dengan keadaan yang terus-menerus seperti ini. Sebab dalam keadaan seperti sekarang, sangat sulit untuk dapat memenuhi harapan Anda, yaitu melihat kenyataan masyarakat Anda yang tidak ada lagi kemiskinan absolut, penindasan dan kesewenang-wenangan. Saya mengatakan bahwa Anda sekarang telah dewasa, karena Anda tidak menjadikan kekecewaan Anda sebagai dasar untuk bunuh diri. Sebaliknya, Anda jadikan kekecewaan itu sebagai tenaga untuk mengumpulkan kekuatan hingga terbentuklah organisasi yang berkomitmen kepada rakyat kecil. Sekali lagi Anda telah dewasa.

Mungkin Anda sudah tahu, tidak sedikit kaum intelektual di negeri ini yang mengetahui bahwa banyak saudara kita, baik yang dekat maupun jauh, sangat memerlukan perhatian kita. Namun sayang, pengetahuan para cendekia itu tidak pernah berubah. Mereka tidak merealisasikan pengetahuannya dalam tindakan nyata. Terlebih lagi pengetahuan tentang orang-orang yang tertindas itu hanya dipakai sebagai data dalam salah satu kegiatan statistik bagi ujian sarjana ataupun untuk menghasilkan uang. Tidak ada sebutan yang pantas bagi para intelektual semacam ini selain intelektual gadungan. Lebih jauh lagi, Anda pun akan sependapat dengan saya bahwa mereka tidaklah pantas menerima julukan intelektual, tetapi lebih pantas dijuluki sebagai kaum oportunis yang sebenarnya.

Saya yakin Anda sering mendengar bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual. Sungguh saya tidak sependapat dengan sebutan ini, karena tidak ada kategori yang sangat jelas mengenai intelektual. Menurut saya, intelektual adalah orang yang dengan kemampuan kognitifnya atau kemampuan akal budinya ikut melibatkan diri dalam perubahan, dan tentunya perubahan ini memihak kepada peningkatan kesejahteraan manusia. Sedangkan mahasiswa sekarang ini umumnya lebih pantas disebut sebagai penjagal baru pada masa yang akan datang. Sekecil apa pun pengetahuan seseorang jika mereka melibatkan diri dalam perubahan, maka dengan lantang saya katakan mereka adalah intelektual Dan karenanya pantas mendapatkan penghormatan.

Ketika saya menonton film sumbangan Anda yang diputar di penjara Sukamiskin, memang saya sedikit mendapatkan suasana yang lain dari biasanya. Namun, setelah saya merenung, ternyata film-film kita yang sering diputar di negeri ini jauh dari pencerminannya terhadap realitas sosial. Film-film sekarang lebih banyak mengantarkan kita kepada khayalan absolut. Dan ternyata membawa masyarakat kepada khayalan absolut ini juga merupakan kemenangan bagi segelintir manusia yang kepentingannya tidak ingin diganggu. Khayalan absolut memang sengaja diciptakan agar mereka, kaum tertindas, tidak pernah menginjakkan kakinya pada kesadaran absolut tentang realitas sosial para penindasnya.

Sepengetahuan saya, sedikit banyak GIF juga melibatkan diri pada bidang seni. Tentu seni yang Anda pilih bukanlah seni murahan yang tujuannya sekadar meraup keuntungan saja. Seni bagi Anda adalah seni yang mengantarkan kita kepada kesadaran yang berorientasi pada perubahan sosial. Karena itu, seni yang demikian perlu Anda pertahankan, karena dengan mempertahankan seni yang demikian ini berarti Anda juga ikut berjuang untuk kemerdekaan orang-orang yang tertindas sekarang ini.

Saya memang belum tahu apakah Anda akan terus mempertahankan semangat Anda saat ini jika ternyata harapan Anda belum tercapai. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa perjuangan bukanlah hanya ketika kita berada di medan pertempuran dengan segala hiruk pikuknya. Perjuangan juga adalah ketika kita dalam keadaan sendiri dan semua orang meninggalkan kita, karena putus asa, sementara semangat kita tetap menyala. Dan saya percaya bahwa Anda bukanlah seorang yang pembosan, apalagi Anda sudah menyadari bahwa cita-cita Anda sangat mulia.

Dalam akhir surat ini, sekali lagi, saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa masyarakat kita sangat berharap banyak kepada Anda walaupun mungkin mereka tidak mengatakannya secara langsung. Namun, jika Anda bisa mendengarkan bisikan hati mereka, niscaya akan terdengar kata-kata: “Teruskanlah perjuangan Anda walaupun itu pahit.”

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Sahabatmu,

Moh Jumhur Hidayat


 
< Prev   Next >
Pembenahan

Mohon maaf, web http://jumhur.net ini model lama dan akan dibenahi, terimakasih atas kujungan Anda. ayahyaweb.com

 

 
Top!
Top!