Orang-orang bebas di luar terali Bertolak pinggang dan tersenyum sinis kepadaku Kau katakan kau tidak bersalah Karena kau tidak di dalam sini Orang-orang di sekitarmu tidak pernah mencurigaimu Karena kau tidak mencuri dan menipu
Orang-orang bebas di luar terali Kau memang tidak pernah mencuri Tetapi kau perintahkan aku mencuri Kau memang tidak pernah memperkosa Tetapi kau desak aku memperkosa Kau memang tidak pernah menipu, merampok, membunuh Tetapi kau paksa aku menipu, merampok, dan membunuh Horsa! horsa! horsa! Sa! sa! sa! horsa! Begitulah orang-orang bebas Menganggap diri suci, karena tidak mencuri Menganggap salah hanya jika terjaring KUHP Berpura-pura bodoh ketika membaca undang-undang Agar bisa tenang mencuri dan menipu Tidak membiasakan berpikir sebab akibat Agar bisa tidur pulas di sekitar orang-orang tertindas Horsa! pendusta! sa! sa! horsa! bohong! Horsa! sa! sa! sa! sa! sa! Orang-orang bebas di luar terali Kau takut dan pura-pura takut melihatku Karena kau anggap aku tidak berhati nurani Kau jauhi bergaul denganku Karena kau takut tertular oleh kejahatanku Kau katakan aku adalah penjahat-penjahat Yang perlu dihukum bertahun-tahun agar insaf Horsa! omong-kosong! horsa! pembohong besar! Begitulah orang-orang bebas Kejahatan dianggap serupa dengan hukuman Tidak pernah berpikir berbelat-belit Dan cukup yang sederhana atau yang umum saja Karena takut merasa mual dan muntah-muntah Tidak pernah melihat ke dalam dirinya Dan menutup mata pada kesalahan yang buram Hanya tahu jahat dan baik Tanpa tahu alasan jahat dan alasan baik Horsa! horsa! horsa! Di luar sana kau hangatkan suasana dengan berkata-kata Kau katakan bahwa bangsamu perlu persatuan Sehingga kejahatanku kau anggap pengkhianatan Horsa! bau nafas khotbahmu makin busuk Kau uraikan persatuan dengan kata-kata sistematis Tetapi kau kotak-kotakkan bangsa ini dengan tanganmu Aku, kau tempatkan pada kotak jahat Dia, kau masukkan pada kotak ber-AC Mereka, kau buang di tempat sampah Sementara kau sendiri tidak tahu berada di mana Horsa! aku mendengar lagu! horsa! “Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita tanah air pasti jaya untuk selama-lamanya” horsa! horsa! horsa! sa! sa! horsaaaaaaaaaaa...! Sukamiskin, 29/8/91 Moh Jumhur Hidayat |