| 3. Kekuatan Ketiga adalah Kekuatan yang akan Memimpin |
|
|
|
| Wednesday, 30 October 2002 | |
|
Pasca runtuhnya Orde Baru, secara sosio-politik dan historis, telah memunculkan kembali dua kekuatan besar yaitu kaum nasionalis sekuler yang kita sebut kekuatan kesatu dan kaum nasionalis religius yang kita sebut kekuatan kedua. Kekuatan kesatu yang dulu disebut kaum nasionalis sekuler, saat ini disebut kelompok nasionalis. Sedangkan kekuatan kedua yang dulu disebut kaum nasionalis religius itu, saat ini disebut kelompok Islam. Namun, kedua kekuatan yang lahir kembali ini telah bergeser dari gagasan awal lahirnya kekuatan sosial-politik tersebut. Pergeseran itu, adalah karena orientasi kerakyatan yang juga menjadi tema utama perjuangan pada awal-awal lahirnya gagasan kedua kekuatan tersebut, tidak muncul secara berarti pada saat ini. Dengan kata lain, mereka telah melupakan asas penting dalam perjuangannya yaitu asas kerakyatan! Karena itulah, dengan gamblang saat ini kita bisa menyaksikan kegelisahan di tengah-tengah masyarakat yang menginginkan asas kerakyatan ditumbuhkan kembali sesuai keinginan para pendiri bangsa, dengan tentunya mendapatkan penyesuaian-penyesuaian dengan perkembangan zaman. Kegelisahan ini akhirnya bermuara pada kekecewaan rakyat terhadap kedua kekuatan utama tersebut, sehingga memunculkan gerakan-gerakan arus bawah sebagai cikal bakal dari lahirnya kekuatan baru, yaitu kekuatan ketiga, yang juga merupakan kekuatan yang kelak akan memimpin. 3.1. Lingkungan yang Berubah Kita akan mengamati lingkungan yang sedang berubah (the changing environtment) baik dalam tataran internasional maupun nasional sebelum mendalami lebih jauh apa dan bagaimana kekuatan ketiga ini. Hal ini penting, karena perubahan yang terjadi pada suatu negara-bangsa, dapat terdorong oleh perubahan pada tingkat internasionalnya. Demikian juga sebaliknya, perubahan pada tingkat negara-bangsa dapat pula mendorong perubahan pada tingkat internasional atau setidaknya tingkat regional. Terlebih lagi Indonesia, negara-bangsa ini merupakan negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, berada di antara dua benua dan samudera yang sangat strategis dalam pergaulan internasional, serta memiliki sumber daya alam yang melimpah. |
| < Prev | Next > |
|---|






